This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Mirza - www.mirzaahcmad.ml

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 15 April 2015

Pengendalian Lampu Melalui Antarmuka USB Berbasis Mikrokontroler AVR AT90S2313

Assalammualaikum Wr. Wb
Kali ini saya akan membahas tugas mata kuliah Interface Periperal Komputer yaitu Cara Mengontrol Alat dari komputer melalui Port USB dengan Program!

Pemanfaatan port USB (Universal Serial Bus) pada komputer saat ini telah berkembang luas seiring perkembangan teknologi perangkat keras I/O computer seperti printer, scanner dan memory disk.
Selain itu peralatan elektronika seperti telepon genggam, kamera digital, proyektor digital dan perangkat keras berbasis mikrokontroler juga telah memanfaatkan port USB untuk berkomunikasi data secara serial dengan komputer. Saat ini, USB telah menjadi salah satu standar interkoneksi antara komputer dengan peralatan eksternal.

Begitu populernya USB saat ini hingga mendorong untuk menciptakan suatu alat yang menggunakan antarmuka USB. Alat itu adalah pengendali lampu melalui antarmuka USB berbasis Mikrokontroler AVR AT90S2313.
Seperti apa alat tersebut? Pada kasus ini telah dicoba untuk merancang dan membuat antarmuka USB dengan memanfaatkan firmware yang diimplementasikan kedalam mikrokontroler AVR AT90S2313. Keuntungan dari cara ini adalah selain harganya yang lebih murah, alat-alat yang dibutuhkan mudah didapat di Indonesia.
Alasan memilih mikrokontroler tipe AT90S2313 ini adalah karena pada kecepatanya, AT90S2313-10PI mempunyai kecepatan 10 MHz, tetapi dalam alat ini dapat dilakukan overclocking dengan menggunakan kristal pembangkit clock sebesar 12MHz, kecepatan ini memenuhi kriteria dari antarmuka USB dengan mode low-speed (1,5 Mbps).


Diagram Pengendalian Lampu Melalui antarmuka USB

Pada gambar di atas terdapat beberapa device (perangkat) yang bekerja sehingga lampu akhirnya dapat dikendalikan sesuai keinginan.
Adapun fungsi dari masing-masing alat perangkat tersebut:
Mikrokontroler berfungsi untuk men-dekode data yang diterima dari USB dan mengirimkan data dari mikrokontroler melalui USB.
Komputer digunakan untuk menampilkan program pengendali lampu yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam mengontrol lampu baik mematikan lampu atau menyalakannya sesuai dengan perintah.
Remote televise digunakan untuk mengendalikan lampu secara remote.
Driver berfungsi untuk mengenali peralatan USB yang telah terpasang terhadap lingkungan system operasi Windows.

Pengguna atau user memasukan parameter input ke komputer berupa suatu perintah. Perintah tersebut diubah kebentuk tertentu yang dapat dilewatkan melalui antarmuka USB ke mikrokontroler. Data tersebut dibaca oleh mikrokontroler berupa IC AT90S2313 yang sebelumnya telah terprogram sebuah firmwire yang sesuai dengan karakteristik USB.
Program firmware ini mengubah karakteristik dari parameter input (dari komputer) menjadi bentuk tertentu yang diteruskan ke port 8 bit I/O dari mikrokontroler yang telah ditentukan, dan selanjutnya akan menentukan tindakan atau pengendalian apa yang akan dilakukan terhadap lampu.

Selain pengendalian melalui komputer, pengguna juga dapat mengendalikan nyala lampu melalui fasilitas remote. Remote yang digunakan berupa remote televisi yang dapat dibeli di toko-toko elektronik. Pengguna menekan tombol tertentu dari remote, kemudian sinyal diterima oleh receiver yang kemudian diteruskan ke mikrokontroler dan diterjemahkan kedalam suatu bilangan biner yang unik. Setelah mikrokontroler menerjemahkan sinyal dari tombol remote, kemudian diteruskan ke komputer yang tentunya sinyal tersebut sudah diterjemahkan kedalam bentuk tertentu agar dapat dibaca melalui antarmuka USB. Host (komputer) membaca kode tersebut dan kemudian menentukan jenis tindakan atau pengendalian apa yang akan dilakukan, dan kemudian dikembalikan ke mikrokontroler untuk melakukan tindakan atau pengendalian yang telah ditentukan.

Perangkat Keras

Rangkaian yang dibutuhkan dalam membuat pengendali lampu melalui antarmuka USB sangat sederhana. Adapun bagian utamanya adalah antarmuka USB, mikrokontroler dan sensor infra merah (sensor infra merah TSOP1738 yang berfungsi untuk menerima infra merah dari remote TV). Dapat digambarkan sebagai berikut:

Skema Diagram Pengendalian Lampu

Catu daya yang digunakan sebagai sumber tegangan pada rangkaian USB diperoleh dari host (komputer), karena pada antarmuka USB setiap host mampu menyediakan tegangan sebesar 5 volt dengan arus maksimum 500mA. Arus sebesar itu sudah lebih dari cukup untuk mencatu alat ini, sehingga catu daya dibutuhkan hanya untuk mendrive relay pengendali lampu.
Bagian kabel D- pada antarmuka USB dihubungkan ke pin PB0 mikrokontroler dan PB1 pada kabel D+. Alat ini hanya mendukung mode kecepatan rendah (low speed) yaitu pada kabel D- di terminalkan sebuah resistor pull-up 1,5 k? (untuk full Speed, resistor pull-up terhubung ke D+) yang terdapat pada setiap peralatan USB.
Pada mikrokontroler dipasang kristal pembangkit frekuensi sebesar 12MHz, hal ini dilakukan untuk mengimbangi kecepatan dari USB mode kecepatan rendah (low speed) yaitu 1,5 Mbps.
Kapasitor disini berfungsi sebagai filter dari tegangan. Pada penerima infra merah, digunakan sensor infra merah TSOP1738 yang berfungsi untuk menerima infra merah dari remote TV. Pin VS adalah sumber tegangan 5 volt, VO adalah pin keluaran dari sensor yang terhubung ke PB2 dan PD2 (T0) pada mikrokontroler, sedangkan GND adalah pin ground. Pada pin VS ke GND dipasang sebuah kapasitor yang berfungsi untuk mencegah interferensi antara sinyal dari infra merah dan sinyal dari USB komputer. Pin PB4, PB5, Pb6 dan PB7 pada mikrokontroler digunakan untuk keluaran yang terhubung ke relay dan digunakan untuk mengendalikan lampu.
Pada bagian pengendali lampu digunakan relay yang berfungsi untuk menyalakan atau mematikan lampu yang dikontrol dengan memberikan tegangan dan arus tertentu pada koilnya.

Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang digunakan dalam perancangan alat ini adalah bahasa Assembler AVR sebagai firmware, driver untuk Windows dan bahasa Delphi untuk program pengendali dari pengguna. Perangkat lunak program utama adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengatur pembacaan input dari komputer dan juga input dari remote. Pemrogram dilakukan menggunakan bahasa Assembler yang di-download kedalam mikrokontroler bersamaan dengan program firmware.
Firmware dipakai untuk mengatur pengiriman dan penerimaan data antara USB dan alat. Program pengendali diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7.
Program dibagi menjadi 2 bagian :
Program pengendali lampu melalui komputer dan
Program pengendali lampu melalui penekanan remote.

Tampilan dari program pengendali seperti gambar di bawah ini:


Untuk pengujian dari alat ini, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengujian keseluruhan melalui komputer dan pengujian melalui remote. Adapun perintah-perintah yang dilaksanankan dalam pengujian melalui komputer adalah sebagi berikut:

Menyalakan lampu secara bergantian.

Percobaan dilakukan dengan cara memberi tanda cek pada pilihan lampu yang ingin dinyalakan. Jika “Lampu1”di beri tanda cek, maka lampu 1 akan dinyalakan, dan apabila dan apabila tanda cek dihilangkan maka lampu 1 akan mati, begitu juga dengan lampu 2, 3 dan 4.
Dari percobaan ini tidak ditemui kendala yang berarti, artinya program dan rangkaian berjalan dengan baik ketika dieksekusi.

Menyalakan lampu berjalan.

Percobaan ini dilakukan dengan cara menekan tombol“Start” padatampilan program dan kemudian lampu akan berjalan secara bergantian terus-menerus sampai tombol“Stop” di tekan, maka lampu akan berhenti. Pengujian ini berjalan dengan baik walaupun perintah dilakukan selama 3 jam.

Pengujian Melalui Remote

Pengujian melalui remote dilakukan dengan cara menekan tombol-tombol remote yang sudah ditentukan yang akan menghasilkan keluaran nyala lampu yang berbeda-beda. Tabel di bawah adalah table dari tombol-tombol remote dengan macam fungsinya.

Semoga bermanfaat. . .
Untuk download silahkan disini
Wassalammuailaikum Wr.Wb


Senin, 16 Maret 2015

SISTEM OPERASI

Assalamualaikum Wr.Wb......
Setelahh sekian lama saya tinggalkan ini blog (T,T) kali ini saya mencoba untuk mengisinya lagi :)
dikarenakan kegiatan yang seabreak *sok sibuk*, kadang lupa, kadang nggk ada ide mau nulis apa, dkk....
Nah, dalam kesempatan yang indah ini *jiah*, kali ini saya akan kembali memposting, setelah menghilang dari dunia blog ini (?) tentang Sistem Operasi. Apa itu Sistem Operasi? udah pada taukan? ya buat yang belum tau intinya Sistem Operasi adalah seperangkat lunak komputer (software) yang bertugas memantau dan mengatur pemakaian sumber daya komputer (processor, main memory, file, I/O device dll), atau sebagai penghubung antara user (program user) dengan perangkat keras komputer (hardware).


1. Sebutkan dua fungsi utama sistem operasi?

Jawab :

  •  Sebagai Resource Manager
  •  Sebagai pengatur sumber daya komputer, baik hardware maupun software agar dapat  menjalankan perintah-perintah yang diberikan oleh pengguna.
  •  Tugas utama Sistem Operasi sebagai resource manager adalah memantau penggunaan semua  resources serta menerapkan aturan (policy) tertentu untuk menjalankan kerja komputer. Selain  itu juga mengalokasikan resources yang diminta dan mengambil kembali (dealokasi) resource.
  •  Sebagai Extended Machine (Virtual Machine)
  •  Menyembunyikan kompleksitas pemrograman hardware dari programmer atau user.Sehingga  pengguna dapat melakukan kegiatan atau kerja dengan lebih mudah melalui tampilan user  interface. Dan pengguna juga tidak direpotkan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang  mengatur resource sebuah komputer.
  •  menyajikan fasilitas yang lebih mudah dan sederhana untuk menggunakan hardware.


2. Apa yang dimaksud dengan multiprogrammin? Berikan dua alasan diadakannya multiprogramming!

Jawab :
Multi programming adalah suatu kemampuan dari sebuah sistem untuk melayani lebih dari satu program yang dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.
Alasan diadakannya multiprogramming yaitu :
· Saat ini banyak aplikasi yang dalam proses penjalanannya mengakses lebih dari satu program. Sehingga agar program tersebut dapat berjalan lebih optimal perlu sistem multiprogramming.
· Memberikan efisiensi pekerjaan yang cukup tinggi, dengan mampu untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
· Kebutuhan user yang semakin tinggi dan kompleks maka memerlukan sistem multiprogramming. Contohnya, ketika seorang user melakukan pekerjaannya sekaligus mendengarkan musik untuk refreshing.


3. Apa yang dimaksud dengan spooling? Apakah anda menganggap personal komputer harus memiliki spooling sebagai standar dasar di masa yang akan datang?

Jawab :

Spooling adalah membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus, dapat diakses secara simultan, yaitu dengan cara menyediakan beberapa partisi memori. Saat terdapat permintaan layanan peripheral, langsung diterima dan data disimpan dulu di memori yang disediakan (berupa antrian), kemudian dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.
Karena pada saat ini kebutuhan akan kecepatan kinerja komputer semkin besar, maka teknologi spooling mutlak untuk dikembangkan dan diaplikasikan di komputer. Dengan teknologi itu maka proses komputasi sebuah program akan lebih cepat ditangani dan dikerjakan.

4. Pada awal perkembangan komputer, setiap byte data yang dibaca atau yang ditulis ditangani oleh CPU (tidak ada DMA-Direct Memory Access). Apa implikasinya struktur seperti ini terhadap konsep multiprogramming.

Jawab :

Bila sistem tersebut digunakan untuk melayani konsep multiprogramming, maka akan membutuhkan waktu yang lama dalam pemrosesannya. Dengan tidak ada memory pembantu proses maka proses pengaksesan data untuk diproses akan lama. Apalagi untuk kegiatan multiprogramming maka proses tersebut akan semakin lebih lama lagi. Oleh karena itu komputer pada awal perkembangannya tidak mampu untuk mengakomodasi konsep multiprogramming.
Jadi implikasi dari tidak adanya DMA dalam pemrosesan komputer adalah pada waktu untuk pengerjaan (pemrosesan) informasi. Bahkan mungkin konsep multiprogramming tidak bisa diaplikasikan oleh sistem prosesor non DMA.

5. Mengapa timesharing tidak tersebar luas pada generasi ke-2 komputer?

Jawab :

Karena varian dari multiprogramming, dimana tiap pemakai mempunyai satu terminal on-linedengan pemroses hanya memberi layanan pada pemakai yang aktif secara bergantian dengan cepat. Pemakai akan merasa dilayani terus menerus, padahal sebenarnya digilir persatuan waktu yang cukup singkat.

6. Instruksi-instruksi manakah yang diperbolehkan dalam Mode Kernel :
a. Disable all interupts.
b. Read the time-of-day clock.
c. Set the time-of-day clock.
d. Change the memory map.

Jawab :

Instruksi yang diperbolehkan dalam mode kernel adalah A (Disable all interupts) dan D(Change the memory map).

7. Sebutkan beberapa perbedaan sistem operasi pada personal komputer dengan sistem operasi pada mainframe!

Jawab :

Perbedaan sistem operasi pada PC dengan Sistem Operasi Mainframe :

  1. Dalam sistem operasi PC hanya mampu melayani satu user saja, sedangkan sistem operasi mainframe mampu untuk melayani banyak user.
  2. Pada sistem operasi PC biasanya memiliki user interfeace yang lebih menarik karena tujuan utamanya adalah member kemudahan kepada pengguna. Sedangkan sistem operasi mainframe biasanya hanya berupa barisan-barisan program saja tanpa adanya GUI yang memadai.
  3. Sistem operasi mainframe memiliki tingkat sekuritas yang jauh lebih baik daripada sistem operasi untuk komputer desktop.
  4. Sistem operasi mainframe memiliki kecepatan dan realibilitas kerja yang jauh lebih tinggi daripada sistem operasi personal komputer. Hal ini dikarenakan sistem operasi mainframe diharuskan untuk mampu menangani ratusan program aplikasi secara bersamaan. Serta sistem operasi mainframe harus mampu mengatur sejumlah pengaksesan dan penyimpanan ke basis data secara simultan. Sedangkan sistem operasi personal komputer biasanya hanya mampu menangani beberapa program saja untuk dijalankan secara bersamaan.


8. Bagaimana secara umum sistem operasi memberitahukan kepada direktori kerja apakah path name untuk sebuah file adalah absolute atau relative?

Jawab :

Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin-rutin di sistem operasi. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung. Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read-only.
Direktori juga menyediakan pemetaan nama file ke file. Informasi terpenting direktori adalahyang berkaitan dengan penyimpanan, termasuk lokasi penyimpanan dan ukuran file yang disimpan. Pada sistem bersama (shared system), informasi yang terpenting adalah informasimengenai pengendalian akses file. Satu pemakai adalah pemilik file yang dapat memberi wewenang pengaksesan ke pemakai-pemakai lain.
Aturan penamaan direktori mengikuti aturan penamaan file karena direktori merupakan file yang khusus.

Jalur pengaksesan (path name).
Bila sistem file diorganisasikan dengan pohon direktori,maka diperlukan cara menspesifikasikan nama file. Masalah penamaan file diselesaikan dengan penamaan absolut dan penamaan file relatif.
Terdapat dua jalur, yaitu :
a) Nama jalur absolut (absolute pathname).
Nama jalur dari direktori root ke file, selalu dimulai dari
direktori root da nakan bernilai unik.

b) Nama jalur relatif (relative pathname).
Jalur relatif terhadap direktori kerja/saat itu (working atau current director). Pemakai dapat menyatakan satu direktori sebagai current directory. Nama jalur yang tidak dimulai direktori root berarti relatif terhadap current directory.

9. Mengapa shell bukan bagian dari sistem operasi?

Jawab :

Shell delete command interpreter yaitu Program yang menerima masukan berupa perintah kesistem, dan menterjemahkan menjadi aktivitas sistem komputer. Tidak termasuk sistem operasi karena,shell di dalam kegiatannya tidak menjembantani antara user dengan hardware. Program ini di dalam menjalankan perintah mengakses informasi yang tercantum di sistem operasi.

10. Berikan sebuah contoh bagaimana mekanisme dan kebijaksanaan bisa terpisah dengan baik dari pejadwalan. Buat sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan children.

Jawab :

Mekanisme merupakan penjelasan bagaimana melakukan sesuatu. Sedangkan kebijakan menentukan apa yang akan dilakukan. Dalam melakukan sebuah pemrosesan mekanisme tidak bisa diubah sedangkan kebijakan dapat diubah agar bila terjadi sesuatu hal dapat diantisipasi. Kebijakan penting untuk mengatur semua alokasi sumberdaya dan menjadwalkan masalah serta menentukan perlu atau tidaknya mengakolasikan sumber daya. Oleh karena itu antara mekanisme, kebijakan dan penjadwalan harus dipisahkan.
Contoh sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan children adalah pada sistem operasi UNIX. Sistem operasi ini mempunyai system call fork yang berfungsi untuk membuat proses baru. Proses yang memanggil sistem call fork ini akan dibagi menjadi dua, yakni proses induk dan proses turunan yang identik. Fork ini berfungsi sebagai manajemen proses. Proses ini independen satu sama lain namun memiliki instruksi yang berbeda sama sekali. Jadi pengeksekusian program bisa dilaksanakan terus menerus tanpa harus menunggu sistem child selesai memproses. Dan bisa juga instruksi program induk mengatur pengeksekusian program anak atau turunan.

11. Model Client-Server tekenal didalam distributed systems. Dapatkah juga digunakan dalam sistem komputer tunggal?

Jawab :

Dapat, karena sistem terdistribusi adalah sistem yang proses kerjanya membagi tugas proses untuk dijalankan oleh beberapa prosesor yang menjalankan fungsi masing-masing. Dan hal ini dapat dijalankan dalam sistem komputer tunggal. Contohnya dengan adanya prosesor dual core yang masing-masing prosesor melakukan fungsi tertentu serte keduanya terhubung oleh jaringan komunikasi data. Dengan menerapkan sistem terdistribusi ini maka akan meningkatkan kecepatan proses, penyediaan data dan peningkatan kehandalan kerja komputer.

12. Mengapa proses tabel membutuhkan sistem timesharing? Apakah hal ini juga dibutuhkan dalam system personal computer yang pada suatu saat hanya terdapat satu proses yang sedang bekerja dan mengambil alih mesin sampai proses tersebut selesai?

Jawab :

Karena sistem timesharing dapat mengatur penjadwalan pemrosesan data maka kecepatan proses akan menjadi lebih cepat.
Ya, teknologi sistem timesharing mutlak diperlukan untuk menjadwal pemrosesan data oleh prosesor. Walaupun hanya melakukan satu proses saja untuk dapat mempercepat kinerja pemrosan maka timesharing diperlukan. Bila prosesor harus langsung mengakses data dari memory permanent maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk pemrosesan. Bahkan jika pengguna hanya menggunakan satu program saja pada satu waktu. Sistem operasi perlu mendukung program internalnya sendiri, seperti manajemen memori. Dengan kata lain, semua aktivitas tersebut adalah harus dilaksanakan dengan sistem timesharing.

13. Apa perbedaan mendasar diantara blok special file dan character special file?

Jawab :

Perbedaan mendasar dari block special file dan character special file adalah proses pengiriman atau pentransferan datanya. Bila block special file transfer data dilakukan perblock perintah, sedangkan untuk character special file pentransferan datanya dilakukan perkarakter.
Contoh block special file adalah proses pentransferan data pada media penyimpanan. Seperti Harddisk, CD-R, Floppy disk, Flash disk. Dan contoh penggunaan character special file adalah pada mouse dan keyboard.

Rabu, 17 Desember 2014

Cara mencetak Lembar Kerja Pada Protel Schematic

Assalamualaikum.Wr.Wb...
Mencetak pada protel schematic berbeda dengan mencetak dokumen atau file pada program lain. perbedaan ini disebabkan oleh sistem percetakkan yang ada pada protel. program ini tidak langsung bisa mencetak dengan perintah print, meskipun ada perintah print, lembar kerja

cara mencetak rangkaian adalah sebagai berikut:
1. klik menu file kemudian pilih setup printer
2. klik set up untuk mengubah bentuk kertas menjadi lanscape atau portrait, setelah itu klik ok
3. klik tombol preview untuk melihat lagi gambar lembar kerja kita
4. klik tombol print untuk mulai mencetak.
semoga membantu
download disini untuk file tutorialnya
Assalamualaikum....

Selasa, 16 Desember 2014

Rangkaian Line Followers Pada Proteus 8.0 Professional

Assalamualaikum.Wr.Wb.....
Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial rangkaian line follower pada PROTEUS 8.0 PROFESSIONAL


Komponen-komponen yang diperlukan :
   IC AT89C251
   IC L293D
   IC 7805
   Resistor
   Capasitor
   Cap-Pol
   Crystal
   Diode
   Led
   Button
   Battery
   Motor

Selanjutnya masukkan komponen kedalam lembar kerja dengan cara klik menu Library, pilih pick parts dari Libraries / klik ikon component mode, lalu klik icon p seperti pada gambar


Setelah komponen telah terkumpul susunlah komponen tersebut sepeti pada 


Selanjutnya hubungkan komponen seperti pada gambar


lalu klik icon run simulation


jika rangkaian berjalan tidak ada tanda error maka rangkaian kita buat berhasil
untuk Tutorial lengkapnya download disini

Selasa, 02 Desember 2014

Tutorial Menginstall Proteus 8.0 Professional

Assalamualaikum Wr.Wb....
Pada kesempatan kali saya akan memberikan tutorial menginstall proteus 8 .

pertama klik dua kali pada setup proteus maka akan tampil seperti ini


centang pada accept the term of this agreement lalu klik next. kemudian pilih use a locally installed license key, lalu klik next

kemudian akan muncul kotak dialog klik browser for key file


lalu masukan file licence.lxk yang berada pada folder crack


setelah itu klik install, setelah termuat dalam installed keys, klik close


setelah itu pilih typical

lalu tunggu proses instalasinya selesai, jika sudah selesai klik close


lalu:
  1. pindahkan/copy folder crack\bin ke direktori c:\program file\labcenter electronics\proteus 8 professional, lalu pilih replace.
  2. pindahkan juga folder crack\models ke c:\users\all users\labcenter electronics\proteus 8 professional.
untuk mendownload proteus 8 professional disini
crack-nya disini
file tutorial-nya disini

Rangkaian Pulsa555 Pada Protel PCB

Assalamualaikum Wr.Wb...
Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial membuat rangkaian pada protel pcb. pertama-tama buka kembali protel schematic pulsa555.sch, yaitu pembangkit pulsa dengan 555 kemudian beri semua part komponennya dengan cara klik dua kali ditiap komponen. untuk designator bisa anda urutkan sendiri dan part type diisi sesuai dengan harga komponenenya.untuk footprint-nya bisa diisi dengan :
   
       
       
          1. Resistor                                     footprint-nya AXIAL0.4
          2. Pot (variabel resistor)               footprint-nya SIP3
          3. IC 555                                       footprint-nya DIP8
          4. Capasitor dan Pushbutton         footprint-nya SIP2                    

Untuk selanjutnya, sebelum mengubah rangkaian schematic menjadi pcb, di-cek dahulu rangkaian tersebut dengan cara klik menu file, pilih reports kemudian pilih item electrical rules check lalu klik ok, jika hasilnya seperti pada gambar dibawah ini maka tidak ada yang eror .


lalu kita buat netlist-nya dengan cara klik menu file kemudian pilih create netlist, ok lalu simpan
selanjutnya buka protel pcb, lalu buka lembar kerja baru melalui menu file. setelah itu klik menu netlist pilih load kemudian cari file yang kita simpan tadi dalam bentuk net kemudian klik ok dan lihat apakah ada yang eror/missing component


kemudian klik menu zoom pilih zoom all untuk melihat komponen-komponen, setelah itu kita pindahkan  komponen-komponen tersebut dengan cara klik menu edit pilih move klik component. usahakan menempatkannya agak berjauhan agar lebih mudah untuk membuat jalurnya
untuk membuat jalurnya dengan cara klik menu auto pilih auto route klik connection lalu anda klik pada tiap-tiap ujung kabel sehingga menjadi seperti ini


selanjutnya kita akan menge-check apakah ada yang eror dengan cara klik menu netlist pilih design rule check lalu klik file net kita tadi lalu ok. jika notepad-nya tampil seperti ini artinya jalur yang kita buat sudah benar


selanjutnya kita hilangkan komponen-komponen dengan cara pertama kita selec semua komponen melalui menu edit, kemudian klik menu options pilih layer klik single layer mode kemudian centang seperti pada gambar


maka hasilnya akan seperti pada gambar dibawah ini


mungkin itulah yang saya dapat sampaikan 
Wasalamualaikum..
jika memerlukan file ini download disini

Proyek Rangkaian Dengan Beberapa Sheet

Assalamualaikum Wr.Wb...
Pada kali ini saya akan memberikan tutorial membuat rangkaian proyek dengan beberapa sheet pada protel sch.

Untuk membuatnya kita persiapkan rangkaian – rangkaiannya terlebih dahulu, kemudian baru kita hubungkan sheetnya.
Yang kita butuhkan sebagai berikut :
1. Rangkaian pulsa ( yang kemarin sudah kita buat )
Rangkain tersebut kita buat menjadi 2, yaitu pulsa1.sch dan pulsa2.sch
2. Rangkain detik, menit, dan jam
rangkaian ini kita buat terlebih dahulu
3. Rangkaian komparator
Rangkain ini juga dapat kita buat terlebih dahulu


Pada rangkaian pembangkit pulsa, rangkain ini kita buat menjadi dua sheet, yaitu caranya dengan menyimpan dengan nama baru, yang pertama simpan dengan nama pulsa1.sch dan yang kedua simpan dengan nama pulsa2.sch. Untuk masing – masing portnya ( pulsa1.sch dan pulsa2.sch ) kita edit, yaitu dengan klik dua kali pada kotak portnya. Kemudian kita ganti, lihat seperti gambar.


Kemudian klik ok atau tekan enter.

Untuk pulsa2.sch, sama seperti yang pulsa1.sch, tetapi namanya diubah menjadi pulsa2.

Kita kembali ke pulsa1.sch, kemudian kita ganti properties sheetnya, dengan cara klik menu option – sheet… - change, di bagian nomor sheet kita isi dengan 1 dan di bagian total kita isi dengan 7. Lihat gambar untuk lebih jelas.


Tekan enter.

Untuk pulsa2.sch, sama seperti yang pulsa1.sch, tetapi bagian no diisi dengan 2 dan bagian total diisi dengan 7.
Simpan lembar kerja dan dapat kita minimize.


Selanjutnnya, kita buat terlebih dahulu rangkaian detiknya. Adapun komponen yang kita butuhkan adalah 7segment.lib ( dapat dibuat seperti yang sebelumnya ), komponen 74LS48 di D_TTL.lib ( dua buah ), 74LS90 di D_TTL.lib ( dua buah ).





Buat seperti gambar di bawah.




Setelah itu, pada gambar yang di tandai di atas merupakan port ( untuk memberi port sama seperti yang kemarin ), klik dua kali pada kotak port, kemudian ubah seperti pada gambar di bawah ini.




Setelah rangkaian selesai, kita ganti properties sheetnya ( sama seperti yang di atas tadi ). Bagian no diisi dengan 3 dan bagian total diisi dengan 7. Selanjutnya kita simpan dengan nama detik1.sch.


Selanjutnya kita membuat rangkaian menit, untuk membuat rangkaian menit dapat kita edit pada rangkaian detik. Seperti gambar di bawah.




Pada gambar yang ditandai di atas, itu merupakan portnya. Pada port yang namanya M[1..8] stylenya diubah menjadi Right, I/O Typenya menjadi Output, Alignment menjadi Left, kemudian klik ok atau tekan enter.

Untuk port yang terhubung ke S2, masing – masing namanya adalah D7 dan pulsa2. Untuk kedua port tersebut yang diubah adalah I/O typenya menjadi Input, kemudain tekan enter.

Setelah selesai, kita ganti properties sheetnya, caranya sama dengan yang di atas. Bagian no kita isi dengan 4 dan bagan total kita isi dengan 7, kemudian klik ok atau tekan enter.
Selanjutnya kita simpan dengan nama menit1.sch


Selanjutnya, kita buat rangkaian jamnya, untuk membuat rangkain ini kita dapat mengedit dari rangkaian menit yang telah kita buat. Seperti gambar di bawah.




Pada gambar yang di tandai di atas, itu adalah portnya, untuk port J[1..8] kita ubah stylenya menjadi right, I/O typenya menjadi output, alignment menjadi left. Dan untuk port yang terhubugn S3 masing – masing namanya M[1..8] dan pulsa2 kita ubah I/O typenya menjadi input, style dan alignment sama seperti J[1..8]. klik ok.
Selanjutnya kita ganti properties sheetnya, bagian no diisi dengan 5 dan bagian total diisi dengan 7. Klik ok. Kemudian kita save dengan nama jam1.sch.


Selanjutnya kita membuat rangkaian komparitor, adapun komponen yang di butuhkan adalah RESPACK3 di DEVICE.lib ( dua buah ), SW DIP-8 di DEVICE.lib ( dua buah ), 74LS688 di D_TTL.lib ( dua buah ), 74LS02 di D_TTL.lib, [GND dua buah, RES1, diode, NPN1, relay-spdt, buzzer ( di DEVICE.lib )].
Buat seperti gambar di bawah.





Kemudian, untuk portnya dapat di edit seperti gambar di bawah ini.





Setelah itu, kita ganti properties sheetnya, di bagian no diisi dengan 6 dan di bagian total diisi dengan 7. Selanjutnya kita simpan dengan nama kompar1.sch.


Setelah semua sheet di atas telah selesai, yaitu ada 6 lembar kerja :
1. Pulsa1.sch dengan sheet 1/7
2. Pulsa2.sch dengan sheet 2/7
3. Detik1.sch dengan sheet 3/7
4. Menit1.sch dengan sheet 4/7
5. Jam1.sch dengan sheet 5/7
6. Kompar1.sch dengan sheet 6/7

Langkah selanjutnya adalah mengorganisasikan sheet – sheet tersebut sehingga menjadi suatu proyek dimana seluruh sheet tersebut akan terhubung.
Buka semua file yang telah diselesaikan tadi ( 6 lembar kerja ), kemudian kita buka lembar kerja baru dengan ukuran kertas A4 dan ubah properties sheetnya, bagian no diisi 7 dan bagian total diisi 7. Kemudian kita simpan dengan nama project.sch
Selanjutnya kita dapat melihat project managernya dengan mengklik menu option – project manager, kemudian klik tombol Rebuild.


Mungkin itulah yang dapat saya sampaikan bagaimana cara membuat proyek rangkaian dengan beberapa sheet,
terimakasih Wassalamualaikum....
download disini jika memerlukan file ini