This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Mirza - www.mirzaahcmad.ml

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 26 November 2015

Cara Remote Desktop Menggunakan Team Viewer



Assalamualikum

Baiklah kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara kita mengendalikan computer orang lain dari computer kita.
Team Viewer merupakan aplikasi yang dapat melakukan control penuh untuk mengakses satu computer dengan computer lainnya dengan menggunakan jaringan internet.


Cara Install dan Menggunakan Team Viewer:

Buka file hasil download aplikasi team viewer (TeamViewer_Setup.exe).



Tunggu sampai proses instalasi selesai.




Setelah instalasi selesai maka TeamViewer sudah siap untuk diguanakan perhatikan YourID dan Passsword anda.



Pada saat password anda direstart ulang kembali maka password Team Viewer anda akan selalu beruba-ubah, untuk itu anda boleh klik personal password dan buat Password anda agar password tersebut dapat digunakan untuk seterusnya.




Install Team Viewer di computer yang ingin anda remote. Masukkan kode Partner ID computer yang ingin di remote danPassword Selanjutnya klik Log On.

Sangat mudah bukan....


Kamis, 22 Oktober 2015

Cara Membuat Bootable Menggunakan Rufus





Penggunaan bootable USB flash drive akan sangat bermanfaat bagi seorang teknisi komputer atau pemilik komputer, terutama netbook atau notebook yang tidak memiliki CD/DVD drive. Selain lebih cepat dalam proses instalasi dibandingkan menggunakan media CD/DVD, menggunakan USB mempermudah kita untuk update BIOS, recovery password atau mencoba, memeriksa dan menganalisa sebuah sistem operasi.

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat bootable pada media USB flash drive
 adalah Rufus. Dengan ukuran yang sangat kecil, aplikasi ini juga bersifat gratis dan portable.

Rufus juga memiliki opsi FreeDOS, sehingga kita dapat menggunakannya untuk booting komputer dalam modus DOS (Disk Operating System). Modus DOS sangat bermanfaat terutama dalam melakukan proses upgrade BIOSyang membutuhkan DOS command prompt.

Berdasarkan website resmi pengembang Rufus, aplikasi Rufus mampu bekerja dua kali lebih cepat dibandingkan program sejenis seperti WiNToBootic v1.2, RMPrepUSB v2.1.638, UNetbootin v1.1.1.1, Universal USB Installer v1.8.7.5 atau Windows 7 USB/DVD Download Tool v1.0.30.

Rufus mendukung pembuatan bootable USB untuk banyak sistem operasi, antara lain Arch Linux, Archbang, BartPE/pebuilder, CentOS, Damn Small Linux, Fedora, FreeDOS, Gentoo, gNewSense, Hiren's Boot CD, LiveXP,Knoppix, Kubuntu, Linux Mint, NT Password Registry Editor, OpenSUSE[/link], Parted Magic, Slackware, Tails, Trinity Rescue Kit, Ubuntu, Ultimate Boot CD, Windows XP (SP2 or later), Windows Server 2003 R2, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, Windows 8.1, Windows 10 dan yang lainnya.

Rufus
Menggunakan Rufus sangatlah mudah. Setelah mendownload aplikasi Rufus, klik dua kali untuk mulai menjalankannya.



Apabila flash disk sudah dicolokan ke komputer, secara otomatis Rufus akan mendeteksi drive, sistem file, ukuran cluster dan volume label flash disk tersebut.

Jika Rufus tidak mendeteksi USB yang dicolokan tersebut, tampilkan opsi tingkat lanjut dengan menekan icon disebelah teks Format Options. Kemudian, tandai opsi List fixed (non-flash) or unpartitioned USB disks.



Untuk menjadikan flash disk sebagai bootable sistem operasi, pada bagian opsi Create a bootable disk using, gunakan pilihan ISO image. Setelah itu klik icon drive untuk memilih file ISO sistem operasi yang akan dimasukan ke dalam flash disk. Secara otomatis Rufus akan menggunakan data ISO tersebut untuk kebutuhan pembuatan USB bootable. Biarkan opsi Quick formaat tetap aktif, agar proses format partisi menjadi lebih cepat.



Selanjutnya, klik tombol Start untuk memulai proses penulisan ke flash disk. Rufus akan menampilkan peringatan, bahwa seluruh data yang ada pada flash disk akan dihapus. Klik tombol OK untuk memulai proses pembuatan bootable USB atau Cancel untuk membatalkan.



Setelah itu, pertama sekali Rufus akan melakukan format terhadap USB flash drive yang ditentukan. Setelah selesai, baru melakukan penyalinan file-file yang ada dalam file ISO.






Setelah proses pembuatan bootable USB selesai, klik tombol Close untuk menutup Rufus.




Untuk menggunakan USB flash drive sebagai media instalasi, lakukan pengaturan pada BIOS agar device yang pertama dibaca saat booting (Boot devices priority) adalah USB flash drive.
Untuk mengakses menu BIOS, tekan Del pada komputer anda (atau F2 / F10 pada laptop / netbook), kemudian carilah “Boot devices priority” atau sejenisnya dan pilih USB device sebagai perangkat pertama untuk melakukan booting.

Kamis, 17 September 2015

Batch file


Batch file adalah sebuah file text yang berisi beberapa seri perintah yang secara segaja untuk di eksekusi oleh command interpreter. atau dapat didefinisikan juga batch merupakan kumpulan perintah-perintah command line yang dapat dijalankan pada Microsoft Windows. File batch biasanya berekstensikan .bat atau .cmd. Pemrograman Batch sangat sederhana, cukup ketik source code program pada notepad atau text editor lainnya lalu simpan dengan ekstensi .bat.





Beberapa Command Batch.
› Copy = membuat duplikat suatu file ke directory lainnya.
› Del = Menghapus sebuah file dari suatu directory.
› Echo = menulis pesan ke layar, sedangkan untuk syntax echo off, digunakan untuk meniadakan tampilan echo.
› Goto = melompat dari suatu syntax ke label.
› Help = melihat command batch lainnya.
› Start = menjalankan suatu program.
› Pause = Merupakan perintah untuk meminta satu ketikan tombol sembarang, dimana pesan yang ditampilkan adalah Press any key to continue...Untuk menghilangkan pesan ini dapat diketikkan PAUSE > NUL.
› If = Digunakan untuk memeriksa kondisi tertentu jika kondisi tersebut tersedia.
› Rem = Kependekan dari REMARK merupakan suatu perintah yang mengakibatkan suatu baris perintah menjadi tidak berfungsi, akan diabaikan dan tidak diproses.
› Cls = Sama seperti perintah DOS, yaitu digunakan untuk menghapus layar.
› Exit = keluar dari jendela DOS jika file batch berjalan dari Windows.


Contoh program :



Simpan program dengan ektensi .bat


Kemudian buka hasil penyimpanan tadi , lalu klik dua kali
 

Maka akan tampil seperti gambar dibawah ini


Saya berikan dua contoh program lagi


Jumat, 11 September 2015

Perintah Internal dan Ekternal command prompt

Assalamualaikum :)

MS-DOS adalah singkatan dari Microsoft Disk Operating System, yaitu Sistem Operasi berbasis baris-perintah (command-line) yang digunakan pada PC. Seperti sistem operasi lain contohnya OS/2, ia menterjemahkan input dari keyboard menjadi pekerjaan yang dapat dilakukan oleh komputer, ia juga dapat menangani pekerjaan seperti input dan output pada disket atau harddisk, dukungan video, kontrol keyboard , dan banyak lagi fungsi-fungsi internal lainnya yang berkaitan dengan eksekusi sebuah program dan pemeliharaan file.



Perintah MS-DOS diketikkan dalam sebuah jendela yang disebut Command Prompt Window. Untuk keluar dari MS-DOS, ketik exit dalam jendela tersebut yaitu pada kursor yang berkedip-kedip.



MS-DOS Mode adalah sebuah shell dimana lingkungan MS-DOS di-emulasikan dalam Sistem Operasi 32-bit, seperti Windows. Program berbasis MS-DOS dapat berjalan di Windows dan biasanya ia membuat sebuah file yang disebut Program Information File (PIF) yang muncul sebagai shortcut di desktop anda.



Untuk membuka jendela Command Prompt, klik Start, pilih All Programs, pilih Accessories, dan kemudian klik Command Prompt.




Internal Command


1. Prompt

Untuk merubah tampilan/nama DOS.
Rumus : PROMPT [ text ] [ special character ]

[ text ] Satu atau beberapa huruf yang akan muncul sebagai prompt DOS
[ special characters ]
· $Q = untuk menampilkan simbol sama dengan ( = )
· $$ = untuk menampilkan simbol dollar ( $ )
· $T = untuk menampilkan waktu yang berlaku pada komputer Anda
· $D = untuk menampilkan tanggal yang berlaku pada komputer Anda
· $P = untuk menampilkan drive dan path yang berlaku ( : )
· $N = untuk menampilkan drive yang berlaku
· $G = untuk menampilkan simbol lebih besar ( > )
· $L = untuk menampilkan simbol lebih kecil ( < ) · $_ = untuk memberikan jarak / spasi 1 baris Contoh penggunaan :  mirza Ketik PROMPT $P$G


2. Date



Untuk melihat/mengisikan tanggal yang berlaku pada BIOS komputer.
Rumus : DATE ( mm – dd – year ) atau bulan – tanggal – tahun
Jika Anda menyetujui tanggal yang ditampilkan di layar monitor, maka Anda cukup menekan tombol Enter saja tanpa perlu mengisi.



3. Time

Untuk melihat / mengisikan waktu yang berlaku pada BIOS komputer.
Rumus : TIME ( Hour :minute : seconds ) atau Jam : Menit : Detik
Jika Anda menyetujui waktu yang tampak di layar Monitor, maka Anda hanya cukup menekan tombol Enter saja tanpa perlu mengisi.




6. Dir

Memperlihatkan daftar isi dari suatu media penyimpimpanan.
Rumus : DIR [ drive : ] [path ] [ filename ] [ syntax]
[ drive : ] drive dimana isi media penyimpanan tersebut berada
[ path ] [ filename ] menyatakan direktori , dan / atau file yang ingin dilihat .

Syntax :
1. /P menampilkan daftar isi per layar.
2. /W menampilkan daftar isi melebar ke kanan.
3. /A menampilkan daftar isi file berikut atributnya :
o /AD menampilkan direktori.
o /AS menampilkan file-file sistem operasi.
o /AR menampilkan file-file yang beratribut Read-Only.
o /AH menampilkan file-file yang disembunyikan.
4. /O menampilkan daftar isi file secara berurutan berdasarkan :
o /ON berdasarkan nama-nama file yang ada.
o /OE berdasarkan ektension file.
o /OS berdasarkan besarnya size file.
o /OD berdasarkan tanggal pembuatannya (yang terdahulu diutamakan)




10. Ver

Untuk mengetahui versi DOS yang digunakan pada Komputer.



10. Cls

Untuk membersihkan tampilan pada layar monitor.

sebelum ditekan ENTER

setelah ditekan ENTER

Eksternal Command

1. CHKDSK

Untuk melihat kondisi media penyimpanan yang kita pakai
Rumus : CHKDSK [ drive : ]

· Baris ke-1 : total daya tampung disket atau Hard disk
· Baris ke-2 : jumlah files yang disembunyikan (jika ada)
· Baris ke-3 : jumlah direktori yang ada
· Baris ke-4 : jumlah file yang ada
· Baris ke-5 : jumlah byte yang rusak (bad sector) jika ditemukan ada
· Baris ke-6 : jumlah byte tersisa yang bisa dipakai.



2. DISKCOPY
( Menyalin seluruh isi disket sama persis ke disket lainnya )
Rumus : Diskcopy [ drive sumber ] [drive tujuan ]
Contoh : Diskcopy A : B :
Setelah itu akan muncul pesan seperti berikut ini :
Insert SOURCE diskette in drive A : (artinya masukkan disket sumber di drive A)
Insert TARGET diskette in drive B : (artinya masukkan disket target di drive B)
Press anykey when ready … (artinya tekan sembarang tombol untuk melanjutkan)

3. FORMAT

( Berfungsi untuk membuat track pada suatu media penyimpanan agar
media tersebut dapat difungsikan / dipakai ) .
Rumus : FORMAT [ drive : ] [ /S ] [ /V ] [ /Q ] [ /U ] [ /4 ]
/S menyertakan sistem operasi DOS pada media yang diformat
/V menuliskan nama label volume dari media yang diformat
/Q format akan dilaksanakan lebih cepat ( Quick format )
/U dengan menyertakan syntax ini, saving image diabaikan.
/4 format disket 5,25″ 360 KB pada drive 5,25″ 1,2 MB.
Contoh : FORMAT A : memformat disket yang terdapat di drive A

4. MOVE

Untuk memindahkan satu atau beberapa file dari satu direktori ke direktori yang lain.
Rumus : MOVE [ drive sumber ] [ nama file ] [drive tujuan ] [ nama direktori ]

·


5. LABEL

( Berfungsi untuk menampilkan label atau merubah nama label pada disk ).
Rumus : LABEL [ drive : ]
Contoh : Ketiklah LABEL A: (Enter) maka pada layar monitor akan muncul tampilan :



6. ATTTRIB

Attrib digunakan untuk mengubah properties suatu file. Dengan attrib, user dapat mengubah atribut-atribut file, yaitu :
Read Only – memungkin file tidak bias diubah
Archieved – memungkinkan Microsoft untuk mem-backup dan memberitahu program-program backup file mana yang di-backup
Hidden – menyembunyikan file
System – membuat file menjadi file system penting
SYNTAX
Memunculkan atau mengubah attribute file
ATTRIB [+R | -R] [+A | -A ] [+S | -S] [+H | -H] [[drive:] [path] namaFile] [/S [/D]]
+

Set attribut.


Menyembunyikan attribut.
R

Atrribut Read-only file.
A

Attribute Archive file.
S

Attribute System file.
H

Attribute Hidden file.
/S

File proses di semua direktori pada path tertentu.
/D

Folder proses.

Minggu, 31 Mei 2015

Proses Penjadwalan Preemptive Shortest Job First ( PSJF )

Pendahuluan


Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Penjadwalan adalah fungsi dasar dari sistem operasi. Semua resources pada komputer dijadwalkan sebelum digunakan. Penjadwalan bertugas untuk memutuskan proses yang harus berjalan serta kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan.
Penjadwalan CPU adalah pemilihan proses dari ready queue untuk dapat dieksekusi. Proses yang belum mendapatkan jatah alokasi dari CPU akan mengantri di ready queue. Oleh sebab itu algoritma penjadwalan diperlukan untuk
mengatur giliran proses-proses tersebut. Beberapa algoritma penjadwalan seperti: FCFS (First Come First Serve), SJF (Shortest Job First), Priority, dan Round Robin.



Shortest Job First ( SJF )

Kali ini akan dibahas mengenai algoritma penjadwalan Shortest Job First (SJF). SJF merupakan proses penjadwalan yang ada di ready queue dan akan dieksekusi berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkanwaiting time yang pendek untuk setiap proses. Karena hal tersebut, maka waiting time rata-ratanya juga menjadi pendek, sehingga dapat dikatakan bahwa algoritma ini adalah algoritma yang optimal.
SJF memiliki 2 sifat :

  • non-preemptive (tidak dapat diinterupt), pemilihan proses adalah proses dalam antrian yang memiliki waktu eksekusi tercepat. CPU tidak memperbolehkan proses yang ada di ready queue untuk menggeser proses yang sedang dieksekusi oleh CPU meskipun proses yang baru tersebut mempunyai burst time yang lebih kecil.
  • preemptive (dapat diinterupsi), proses yang dipilih adalah proses yang memiliki waktu sisa eksekusi terkecil. Teknik ini juga dikenal dengan nama Shortest Remaining Time First.

Contoh Jika ada proses P1 yang datang pada saat P0 sedang berjalan lalu akan dilihat CPU burst P1 apabila :

  • Preemptive, Jika CPU burst P1 lebih kecil dari sisa waktu yang dibutuhkan oleh P0 maka CPU ganti dialokasikan untuk P1.
  • Non-Preemptive, Akan tetap menyelesaikan P0 sampai habis CPU burst-nya.

Preemptive Shortest Job First ( PSJF )

Preemptive Shortest Job First (PSJF) disebut juga sebagai Shortest Remaining Time First. PSJF merupakan penjadwalan dengan prioritas dan dengan preempsi. Prioritas didasarkan kepada pendeknya sisa proses. Makin pendek sisa proses makin tinggi prioritasnya. Selanjutnya dengan ketentuan ini, ketika tiba, proses terpendek di bagian belakang antrian tidak saja berpindah ke bagian depan antrian, melainkan juga melalui preempsi, mengeluarkan proses yang pada saat itu berada di dalam proses (jika ada).
Pada PSJF, jika ada proses yang sedang dieksekusi oleh CPU dan terdapat proses di ready queue dengan burst time yang lebih kecil daripada proses yang sedang dieksekusi tersebut, maka proses yang sedang dieksekusi oleh CPU akan digantikan oleh proses yang berada di ready queue tersebut. Beberapa istilah yang akan sering muncul :

  • Process : Urutan proses yang akan dilakukan
  • Arrival Time : Waktu kedatangan dari proses yang akan dilakukan
  • Average Turn Around Time : Rata-rata waktu total yg dibutuhkan sebuah proses dari datang sampai selesai dieksekusi oleh CPU
  • Burst Time: Waktu yg dibutuhkan untuk mengeksekusi sebuah proses
  • Average Waiting Time: Rata-rata waktu yang dihabiskan proses selama berada pada status ready ( menunggu eksekusi CPU )

Misalnya ada 2 buah proses yang datang berurutan yaitu P1 dengan arrival time pada 0.0 ms dan burst time 10 ms, P2 dengan arrival time pada 2.0 ms dan burst time 2 ms.









waiting time PSJF nya :
P1 = 0 + ( 4 ms – 2 ms ) = 2 ms
P2 = 0
Average waiting time : (2 ms + 0 ms ) / 2 = 2 ms
Average turn around : (12 ms + 0 ) / 2 = 12 ms


Tabel Solusi








Rabu, 15 April 2015

Pengendalian Lampu Melalui Antarmuka USB Berbasis Mikrokontroler AVR AT90S2313

Assalammualaikum Wr. Wb
Kali ini saya akan membahas tugas mata kuliah Interface Periperal Komputer yaitu Cara Mengontrol Alat dari komputer melalui Port USB dengan Program!

Pemanfaatan port USB (Universal Serial Bus) pada komputer saat ini telah berkembang luas seiring perkembangan teknologi perangkat keras I/O computer seperti printer, scanner dan memory disk.
Selain itu peralatan elektronika seperti telepon genggam, kamera digital, proyektor digital dan perangkat keras berbasis mikrokontroler juga telah memanfaatkan port USB untuk berkomunikasi data secara serial dengan komputer. Saat ini, USB telah menjadi salah satu standar interkoneksi antara komputer dengan peralatan eksternal.

Begitu populernya USB saat ini hingga mendorong untuk menciptakan suatu alat yang menggunakan antarmuka USB. Alat itu adalah pengendali lampu melalui antarmuka USB berbasis Mikrokontroler AVR AT90S2313.
Seperti apa alat tersebut? Pada kasus ini telah dicoba untuk merancang dan membuat antarmuka USB dengan memanfaatkan firmware yang diimplementasikan kedalam mikrokontroler AVR AT90S2313. Keuntungan dari cara ini adalah selain harganya yang lebih murah, alat-alat yang dibutuhkan mudah didapat di Indonesia.
Alasan memilih mikrokontroler tipe AT90S2313 ini adalah karena pada kecepatanya, AT90S2313-10PI mempunyai kecepatan 10 MHz, tetapi dalam alat ini dapat dilakukan overclocking dengan menggunakan kristal pembangkit clock sebesar 12MHz, kecepatan ini memenuhi kriteria dari antarmuka USB dengan mode low-speed (1,5 Mbps).


Diagram Pengendalian Lampu Melalui antarmuka USB

Pada gambar di atas terdapat beberapa device (perangkat) yang bekerja sehingga lampu akhirnya dapat dikendalikan sesuai keinginan.
Adapun fungsi dari masing-masing alat perangkat tersebut:
Mikrokontroler berfungsi untuk men-dekode data yang diterima dari USB dan mengirimkan data dari mikrokontroler melalui USB.
Komputer digunakan untuk menampilkan program pengendali lampu yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam mengontrol lampu baik mematikan lampu atau menyalakannya sesuai dengan perintah.
Remote televise digunakan untuk mengendalikan lampu secara remote.
Driver berfungsi untuk mengenali peralatan USB yang telah terpasang terhadap lingkungan system operasi Windows.

Pengguna atau user memasukan parameter input ke komputer berupa suatu perintah. Perintah tersebut diubah kebentuk tertentu yang dapat dilewatkan melalui antarmuka USB ke mikrokontroler. Data tersebut dibaca oleh mikrokontroler berupa IC AT90S2313 yang sebelumnya telah terprogram sebuah firmwire yang sesuai dengan karakteristik USB.
Program firmware ini mengubah karakteristik dari parameter input (dari komputer) menjadi bentuk tertentu yang diteruskan ke port 8 bit I/O dari mikrokontroler yang telah ditentukan, dan selanjutnya akan menentukan tindakan atau pengendalian apa yang akan dilakukan terhadap lampu.

Selain pengendalian melalui komputer, pengguna juga dapat mengendalikan nyala lampu melalui fasilitas remote. Remote yang digunakan berupa remote televisi yang dapat dibeli di toko-toko elektronik. Pengguna menekan tombol tertentu dari remote, kemudian sinyal diterima oleh receiver yang kemudian diteruskan ke mikrokontroler dan diterjemahkan kedalam suatu bilangan biner yang unik. Setelah mikrokontroler menerjemahkan sinyal dari tombol remote, kemudian diteruskan ke komputer yang tentunya sinyal tersebut sudah diterjemahkan kedalam bentuk tertentu agar dapat dibaca melalui antarmuka USB. Host (komputer) membaca kode tersebut dan kemudian menentukan jenis tindakan atau pengendalian apa yang akan dilakukan, dan kemudian dikembalikan ke mikrokontroler untuk melakukan tindakan atau pengendalian yang telah ditentukan.

Perangkat Keras

Rangkaian yang dibutuhkan dalam membuat pengendali lampu melalui antarmuka USB sangat sederhana. Adapun bagian utamanya adalah antarmuka USB, mikrokontroler dan sensor infra merah (sensor infra merah TSOP1738 yang berfungsi untuk menerima infra merah dari remote TV). Dapat digambarkan sebagai berikut:

Skema Diagram Pengendalian Lampu

Catu daya yang digunakan sebagai sumber tegangan pada rangkaian USB diperoleh dari host (komputer), karena pada antarmuka USB setiap host mampu menyediakan tegangan sebesar 5 volt dengan arus maksimum 500mA. Arus sebesar itu sudah lebih dari cukup untuk mencatu alat ini, sehingga catu daya dibutuhkan hanya untuk mendrive relay pengendali lampu.
Bagian kabel D- pada antarmuka USB dihubungkan ke pin PB0 mikrokontroler dan PB1 pada kabel D+. Alat ini hanya mendukung mode kecepatan rendah (low speed) yaitu pada kabel D- di terminalkan sebuah resistor pull-up 1,5 k? (untuk full Speed, resistor pull-up terhubung ke D+) yang terdapat pada setiap peralatan USB.
Pada mikrokontroler dipasang kristal pembangkit frekuensi sebesar 12MHz, hal ini dilakukan untuk mengimbangi kecepatan dari USB mode kecepatan rendah (low speed) yaitu 1,5 Mbps.
Kapasitor disini berfungsi sebagai filter dari tegangan. Pada penerima infra merah, digunakan sensor infra merah TSOP1738 yang berfungsi untuk menerima infra merah dari remote TV. Pin VS adalah sumber tegangan 5 volt, VO adalah pin keluaran dari sensor yang terhubung ke PB2 dan PD2 (T0) pada mikrokontroler, sedangkan GND adalah pin ground. Pada pin VS ke GND dipasang sebuah kapasitor yang berfungsi untuk mencegah interferensi antara sinyal dari infra merah dan sinyal dari USB komputer. Pin PB4, PB5, Pb6 dan PB7 pada mikrokontroler digunakan untuk keluaran yang terhubung ke relay dan digunakan untuk mengendalikan lampu.
Pada bagian pengendali lampu digunakan relay yang berfungsi untuk menyalakan atau mematikan lampu yang dikontrol dengan memberikan tegangan dan arus tertentu pada koilnya.

Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang digunakan dalam perancangan alat ini adalah bahasa Assembler AVR sebagai firmware, driver untuk Windows dan bahasa Delphi untuk program pengendali dari pengguna. Perangkat lunak program utama adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengatur pembacaan input dari komputer dan juga input dari remote. Pemrogram dilakukan menggunakan bahasa Assembler yang di-download kedalam mikrokontroler bersamaan dengan program firmware.
Firmware dipakai untuk mengatur pengiriman dan penerimaan data antara USB dan alat. Program pengendali diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 7.
Program dibagi menjadi 2 bagian :
Program pengendali lampu melalui komputer dan
Program pengendali lampu melalui penekanan remote.

Tampilan dari program pengendali seperti gambar di bawah ini:


Untuk pengujian dari alat ini, dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengujian keseluruhan melalui komputer dan pengujian melalui remote. Adapun perintah-perintah yang dilaksanankan dalam pengujian melalui komputer adalah sebagi berikut:

Menyalakan lampu secara bergantian.

Percobaan dilakukan dengan cara memberi tanda cek pada pilihan lampu yang ingin dinyalakan. Jika “Lampu1”di beri tanda cek, maka lampu 1 akan dinyalakan, dan apabila dan apabila tanda cek dihilangkan maka lampu 1 akan mati, begitu juga dengan lampu 2, 3 dan 4.
Dari percobaan ini tidak ditemui kendala yang berarti, artinya program dan rangkaian berjalan dengan baik ketika dieksekusi.

Menyalakan lampu berjalan.

Percobaan ini dilakukan dengan cara menekan tombol“Start” padatampilan program dan kemudian lampu akan berjalan secara bergantian terus-menerus sampai tombol“Stop” di tekan, maka lampu akan berhenti. Pengujian ini berjalan dengan baik walaupun perintah dilakukan selama 3 jam.

Pengujian Melalui Remote

Pengujian melalui remote dilakukan dengan cara menekan tombol-tombol remote yang sudah ditentukan yang akan menghasilkan keluaran nyala lampu yang berbeda-beda. Tabel di bawah adalah table dari tombol-tombol remote dengan macam fungsinya.

Semoga bermanfaat. . .
Untuk download silahkan disini
Wassalammuailaikum Wr.Wb


Senin, 16 Maret 2015

SISTEM OPERASI

Assalamualaikum Wr.Wb......
Setelahh sekian lama saya tinggalkan ini blog (T,T) kali ini saya mencoba untuk mengisinya lagi :)
dikarenakan kegiatan yang seabreak *sok sibuk*, kadang lupa, kadang nggk ada ide mau nulis apa, dkk....
Nah, dalam kesempatan yang indah ini *jiah*, kali ini saya akan kembali memposting, setelah menghilang dari dunia blog ini (?) tentang Sistem Operasi. Apa itu Sistem Operasi? udah pada taukan? ya buat yang belum tau intinya Sistem Operasi adalah seperangkat lunak komputer (software) yang bertugas memantau dan mengatur pemakaian sumber daya komputer (processor, main memory, file, I/O device dll), atau sebagai penghubung antara user (program user) dengan perangkat keras komputer (hardware).


1. Sebutkan dua fungsi utama sistem operasi?

Jawab :

  •  Sebagai Resource Manager
  •  Sebagai pengatur sumber daya komputer, baik hardware maupun software agar dapat  menjalankan perintah-perintah yang diberikan oleh pengguna.
  •  Tugas utama Sistem Operasi sebagai resource manager adalah memantau penggunaan semua  resources serta menerapkan aturan (policy) tertentu untuk menjalankan kerja komputer. Selain  itu juga mengalokasikan resources yang diminta dan mengambil kembali (dealokasi) resource.
  •  Sebagai Extended Machine (Virtual Machine)
  •  Menyembunyikan kompleksitas pemrograman hardware dari programmer atau user.Sehingga  pengguna dapat melakukan kegiatan atau kerja dengan lebih mudah melalui tampilan user  interface. Dan pengguna juga tidak direpotkan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang  mengatur resource sebuah komputer.
  •  menyajikan fasilitas yang lebih mudah dan sederhana untuk menggunakan hardware.


2. Apa yang dimaksud dengan multiprogrammin? Berikan dua alasan diadakannya multiprogramming!

Jawab :
Multi programming adalah suatu kemampuan dari sebuah sistem untuk melayani lebih dari satu program yang dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.
Alasan diadakannya multiprogramming yaitu :
· Saat ini banyak aplikasi yang dalam proses penjalanannya mengakses lebih dari satu program. Sehingga agar program tersebut dapat berjalan lebih optimal perlu sistem multiprogramming.
· Memberikan efisiensi pekerjaan yang cukup tinggi, dengan mampu untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
· Kebutuhan user yang semakin tinggi dan kompleks maka memerlukan sistem multiprogramming. Contohnya, ketika seorang user melakukan pekerjaannya sekaligus mendengarkan musik untuk refreshing.


3. Apa yang dimaksud dengan spooling? Apakah anda menganggap personal komputer harus memiliki spooling sebagai standar dasar di masa yang akan datang?

Jawab :

Spooling adalah membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus, dapat diakses secara simultan, yaitu dengan cara menyediakan beberapa partisi memori. Saat terdapat permintaan layanan peripheral, langsung diterima dan data disimpan dulu di memori yang disediakan (berupa antrian), kemudian dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.
Karena pada saat ini kebutuhan akan kecepatan kinerja komputer semkin besar, maka teknologi spooling mutlak untuk dikembangkan dan diaplikasikan di komputer. Dengan teknologi itu maka proses komputasi sebuah program akan lebih cepat ditangani dan dikerjakan.

4. Pada awal perkembangan komputer, setiap byte data yang dibaca atau yang ditulis ditangani oleh CPU (tidak ada DMA-Direct Memory Access). Apa implikasinya struktur seperti ini terhadap konsep multiprogramming.

Jawab :

Bila sistem tersebut digunakan untuk melayani konsep multiprogramming, maka akan membutuhkan waktu yang lama dalam pemrosesannya. Dengan tidak ada memory pembantu proses maka proses pengaksesan data untuk diproses akan lama. Apalagi untuk kegiatan multiprogramming maka proses tersebut akan semakin lebih lama lagi. Oleh karena itu komputer pada awal perkembangannya tidak mampu untuk mengakomodasi konsep multiprogramming.
Jadi implikasi dari tidak adanya DMA dalam pemrosesan komputer adalah pada waktu untuk pengerjaan (pemrosesan) informasi. Bahkan mungkin konsep multiprogramming tidak bisa diaplikasikan oleh sistem prosesor non DMA.

5. Mengapa timesharing tidak tersebar luas pada generasi ke-2 komputer?

Jawab :

Karena varian dari multiprogramming, dimana tiap pemakai mempunyai satu terminal on-linedengan pemroses hanya memberi layanan pada pemakai yang aktif secara bergantian dengan cepat. Pemakai akan merasa dilayani terus menerus, padahal sebenarnya digilir persatuan waktu yang cukup singkat.

6. Instruksi-instruksi manakah yang diperbolehkan dalam Mode Kernel :
a. Disable all interupts.
b. Read the time-of-day clock.
c. Set the time-of-day clock.
d. Change the memory map.

Jawab :

Instruksi yang diperbolehkan dalam mode kernel adalah A (Disable all interupts) dan D(Change the memory map).

7. Sebutkan beberapa perbedaan sistem operasi pada personal komputer dengan sistem operasi pada mainframe!

Jawab :

Perbedaan sistem operasi pada PC dengan Sistem Operasi Mainframe :

  1. Dalam sistem operasi PC hanya mampu melayani satu user saja, sedangkan sistem operasi mainframe mampu untuk melayani banyak user.
  2. Pada sistem operasi PC biasanya memiliki user interfeace yang lebih menarik karena tujuan utamanya adalah member kemudahan kepada pengguna. Sedangkan sistem operasi mainframe biasanya hanya berupa barisan-barisan program saja tanpa adanya GUI yang memadai.
  3. Sistem operasi mainframe memiliki tingkat sekuritas yang jauh lebih baik daripada sistem operasi untuk komputer desktop.
  4. Sistem operasi mainframe memiliki kecepatan dan realibilitas kerja yang jauh lebih tinggi daripada sistem operasi personal komputer. Hal ini dikarenakan sistem operasi mainframe diharuskan untuk mampu menangani ratusan program aplikasi secara bersamaan. Serta sistem operasi mainframe harus mampu mengatur sejumlah pengaksesan dan penyimpanan ke basis data secara simultan. Sedangkan sistem operasi personal komputer biasanya hanya mampu menangani beberapa program saja untuk dijalankan secara bersamaan.


8. Bagaimana secara umum sistem operasi memberitahukan kepada direktori kerja apakah path name untuk sebuah file adalah absolute atau relative?

Jawab :

Direktori adalah file, dimiliki sistem operasi dan dapat diakses dengan rutin-rutin di sistem operasi. Kebanyakan informasi berkaitan dengan penyimpan. Meski beberapa informasi direktori tersedia bagi pemakai atau aplikasi, informasi itu umumnya disediakan secara tidak langsung. Pemakai tidak dapat mengakses direktori secara langsung meski dalam mode read-only.
Direktori juga menyediakan pemetaan nama file ke file. Informasi terpenting direktori adalahyang berkaitan dengan penyimpanan, termasuk lokasi penyimpanan dan ukuran file yang disimpan. Pada sistem bersama (shared system), informasi yang terpenting adalah informasimengenai pengendalian akses file. Satu pemakai adalah pemilik file yang dapat memberi wewenang pengaksesan ke pemakai-pemakai lain.
Aturan penamaan direktori mengikuti aturan penamaan file karena direktori merupakan file yang khusus.

Jalur pengaksesan (path name).
Bila sistem file diorganisasikan dengan pohon direktori,maka diperlukan cara menspesifikasikan nama file. Masalah penamaan file diselesaikan dengan penamaan absolut dan penamaan file relatif.
Terdapat dua jalur, yaitu :
a) Nama jalur absolut (absolute pathname).
Nama jalur dari direktori root ke file, selalu dimulai dari
direktori root da nakan bernilai unik.

b) Nama jalur relatif (relative pathname).
Jalur relatif terhadap direktori kerja/saat itu (working atau current director). Pemakai dapat menyatakan satu direktori sebagai current directory. Nama jalur yang tidak dimulai direktori root berarti relatif terhadap current directory.

9. Mengapa shell bukan bagian dari sistem operasi?

Jawab :

Shell delete command interpreter yaitu Program yang menerima masukan berupa perintah kesistem, dan menterjemahkan menjadi aktivitas sistem komputer. Tidak termasuk sistem operasi karena,shell di dalam kegiatannya tidak menjembantani antara user dengan hardware. Program ini di dalam menjalankan perintah mengakses informasi yang tercantum di sistem operasi.

10. Berikan sebuah contoh bagaimana mekanisme dan kebijaksanaan bisa terpisah dengan baik dari pejadwalan. Buat sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan children.

Jawab :

Mekanisme merupakan penjelasan bagaimana melakukan sesuatu. Sedangkan kebijakan menentukan apa yang akan dilakukan. Dalam melakukan sebuah pemrosesan mekanisme tidak bisa diubah sedangkan kebijakan dapat diubah agar bila terjadi sesuatu hal dapat diantisipasi. Kebijakan penting untuk mengatur semua alokasi sumberdaya dan menjadwalkan masalah serta menentukan perlu atau tidaknya mengakolasikan sumber daya. Oleh karena itu antara mekanisme, kebijakan dan penjadwalan harus dipisahkan.
Contoh sebuah mekanisme yang bisa mengijinkan sebuah parent process untuk mengontrol kebijaksanaan penjadwalan children adalah pada sistem operasi UNIX. Sistem operasi ini mempunyai system call fork yang berfungsi untuk membuat proses baru. Proses yang memanggil sistem call fork ini akan dibagi menjadi dua, yakni proses induk dan proses turunan yang identik. Fork ini berfungsi sebagai manajemen proses. Proses ini independen satu sama lain namun memiliki instruksi yang berbeda sama sekali. Jadi pengeksekusian program bisa dilaksanakan terus menerus tanpa harus menunggu sistem child selesai memproses. Dan bisa juga instruksi program induk mengatur pengeksekusian program anak atau turunan.

11. Model Client-Server tekenal didalam distributed systems. Dapatkah juga digunakan dalam sistem komputer tunggal?

Jawab :

Dapat, karena sistem terdistribusi adalah sistem yang proses kerjanya membagi tugas proses untuk dijalankan oleh beberapa prosesor yang menjalankan fungsi masing-masing. Dan hal ini dapat dijalankan dalam sistem komputer tunggal. Contohnya dengan adanya prosesor dual core yang masing-masing prosesor melakukan fungsi tertentu serte keduanya terhubung oleh jaringan komunikasi data. Dengan menerapkan sistem terdistribusi ini maka akan meningkatkan kecepatan proses, penyediaan data dan peningkatan kehandalan kerja komputer.

12. Mengapa proses tabel membutuhkan sistem timesharing? Apakah hal ini juga dibutuhkan dalam system personal computer yang pada suatu saat hanya terdapat satu proses yang sedang bekerja dan mengambil alih mesin sampai proses tersebut selesai?

Jawab :

Karena sistem timesharing dapat mengatur penjadwalan pemrosesan data maka kecepatan proses akan menjadi lebih cepat.
Ya, teknologi sistem timesharing mutlak diperlukan untuk menjadwal pemrosesan data oleh prosesor. Walaupun hanya melakukan satu proses saja untuk dapat mempercepat kinerja pemrosan maka timesharing diperlukan. Bila prosesor harus langsung mengakses data dari memory permanent maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk pemrosesan. Bahkan jika pengguna hanya menggunakan satu program saja pada satu waktu. Sistem operasi perlu mendukung program internalnya sendiri, seperti manajemen memori. Dengan kata lain, semua aktivitas tersebut adalah harus dilaksanakan dengan sistem timesharing.

13. Apa perbedaan mendasar diantara blok special file dan character special file?

Jawab :

Perbedaan mendasar dari block special file dan character special file adalah proses pengiriman atau pentransferan datanya. Bila block special file transfer data dilakukan perblock perintah, sedangkan untuk character special file pentransferan datanya dilakukan perkarakter.
Contoh block special file adalah proses pentransferan data pada media penyimpanan. Seperti Harddisk, CD-R, Floppy disk, Flash disk. Dan contoh penggunaan character special file adalah pada mouse dan keyboard.